LAMPUNGSTREETNEWS, Lampung Tengah – Pemprov Lampung melalui Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Selasa (10/3/2026).
Musrenbang tahun ini mengangkat tema “Percepatan Pembenahan Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur Pendukung Perekonomian Daerah serta Pemantapan Tata Kelola Pemerintahan.”
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan organisasi profesi, kalangan dunia usaha, tokoh masyarakat dan tokoh agama, para camat, lurah, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Lampung Tengah.
Forum Musrenbang menjadi sarana penting untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui forum ini diharapkan program pembangunan yang dirancang dapat lebih terarah, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri dalam sambutannya menyampaikan bahwa beberapa prioritas pembangunan daerah meliputi peningkatan kualitas infrastruktur jalan, pengentasan kemiskinan, serta penguatan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Menurutnya, pelayanan publik seperti rumah sakit, puskesmas, hingga pelayanan pemerintahan perlu terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih optimal.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung karena sejumlah program prioritas pembangunan provinsi banyak diarahkan ke wilayah Kabupaten Lampung Tengah.
Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan Sekdaprov Marindo Kurniawan, pemerintah provinsi memberikan penghargaan atas capaian pembangunan yang berhasil diraih Kabupaten Lampung Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebutkan sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung tercatat sebesar 5,28 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen dan regional Sumatera sebesar 4,81 persen.
Di tingkat kabupaten, pertumbuhan ekonomi Lampung Tengah bahkan mencapai 5,54 persen. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah dengan kontribusi sebesar 31,72 persen.
Dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan Provinsi Lampung pada September 2025 turun menjadi 9,66 persen. Capaian ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya tingkat kemiskinan di Lampung berada pada angka satu digit.
Sementara itu, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lampung Tengah tercatat sebesar 9,59 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi.
Kualitas pembangunan manusia juga terus menunjukkan peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung kini berada pada angka 73,98 dengan kategori tinggi. Adapun IPM Kabupaten Lampung Tengah mencapai 74,86, tertinggi di antara seluruh kabupaten di Provinsi Lampung.
Menurut Marindo, capaian tersebut menjadi modal penting untuk memasuki tahap percepatan pembangunan menuju tahun 2027.
Ia menegaskan perlunya penyelarasan antara program pembangunan daerah dengan prioritas pembangunan Provinsi Lampung agar implementasinya saling mendukung dan mampu mempercepat kemajuan daerah.
Melalui forum Musrenbang ini, ia berharap dapat dirumuskan berbagai program pembangunan yang benar-benar menjadi prioritas, memiliki target yang jelas, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perencanaan pembangunan harus disusun secara matang, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah, serta berfokus pada program yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Marindo.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, baik di Kabupaten Lampung Tengah maupun di Provinsi Lampung secara keseluruhan. (*)









