LAMPUNGSTREETNEWS, Bandar Lampung – Komisi I DPRD Provinsi Lampung mengingatkan potensi persoalan batas wilayah dalam rencana penggabungan delapan desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, ke wilayah Kota Bandar Lampung agar tidak menimbulkan sengketa baru di kemudian hari.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada surat resmi maupun pembahasan formal dari Pemerintah Provinsi Lampung kepada DPRD terkait rencana penggabungan tersebut.
“Yang jelas soal batas wilayah. Jangan sampai menambah persoalan baru. Kita masih punya contoh sengketa batas wilayah di Lampung Utara dan Tulang Bawang Barat yang sampai sekarang belum tuntas,” kata Ade, Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, meski secara regulasi penggabungan wilayah desa tidak memerlukan persetujuan DPRD Provinsi, Komisi I tetap memandang perlu adanya pemaparan resmi agar publik memperoleh penjelasan yang utuh.
“Ke Komisi I belum ada surat apa pun. Tapi pemberitaannya sudah ada kajian. Nanti kami akan meminta pemaparan secara resmi,” ujarnya.
Ade menekankan bahwa DPRD ingin mengetahui argumentasi pemerintah terkait desa-desa yang akan digabungkan ke Kota Bandar Lampung.
“Bukan soal izin DPRD atau tidak, tapi kami ingin mengetahui argumentasinya. Kenapa desa-desa itu yang dipindah, bukan yang lain. Itu harus dijelaskan secara resmi, kemungkinan nanti dari Biro Otonomi Daerah,” tegasnya.
Delapan desa yang disebut akan bergabung ke Kota Bandar Lampung tersebut yakni Desa Purwotani, Margorejo, Sinar Rezeki, Margo Mulyo, Margodadi, Gedung Agung, Gedung Harapan, dan Banjar Agung.
Berdasarkan informasi yang diterima DPRD, desa-desa tersebut disebut telah menyatakan persetujuan untuk bergabung. Namun DPRD menegaskan bahwa penggabungan wilayah harus benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar perubahan administratif.
“Harapan kami, kalau bergabung dengan Kota Bandar Lampung, bukan hanya status administratifnya yang berubah, tapi kesejahteraan masyarakatnya juga harus meningkat. Itu yang paling penting,” pungkas Ade. (*)









