LAMPUNGSTREETNEWS, Lampung Tengah – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengajak para petani untuk mulai beralih menggunakan Pupuk Hayati Cair (PHC).
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Rumah Produksi PHC di Kampung Sari Bakti, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), pada Rabu (5/8/2026).
Wagub Jihan menegaskan bahwa transisi ke pupuk hayati sangat penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman, memperbaiki kualitas lahan yang rusak akibat bahan kimia, serta menciptakan efisiensi biaya usaha tani. Kendati demikian, ia mengakui bahwa mengubah kebiasaan lama petani menjadi tantangan tersendiri.
“Mengubah mindset petani untuk beralih menggunakan PHC memang membutuhkan proses. Kita terus melakukan adaptasi secara bertahap agar petani dapat melihat langsung manfaatnya dan semakin yakin untuk menerapkannya,” ujar Jihan saat berdialog dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat.
Ajakan Wagub Jihan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan penerapan riil di lapangan, penggunaan PHC terbukti memberikan dampak positif yang signifikan pada kesuburan tanah dan hasil panen masyarakat.
“Setelah diberikan treatment PHC, tanahnya menjadi lebih subur dan produksinya meningkat 15 sampai 20 persen,” ungkapnya.
Peningkatan hasil panen ini otomatis ikut memangkas biaya produksi musiman. Dengan beralih ke PHC, para petani dapat menekan ketergantungan dan tingginya biaya pembelian pupuk kimia.
Saat ini, Rumah Produksi PHC di Kampung Sari Bakti telah memasuki tahap produksi kedua. Produknya telah diaplikasikan pada 250 hektare lahan pertanian untuk komoditas padi, jagung, dan kopi. Wagub Jihan berharap keberhasilan kelompok tani di Lamteng ini bisa menjadi contoh nyata yang menginspirasi petani di wilayah lain.
Selain berdialog dan meninjau rumah produksi, Wagub Jihan juga turun langsung ke sawah untuk melihat proses pemupukan. Ia bahkan ikut mengoperasikan drone sprayer untuk menyemprotkan cairan PHC ke area tanaman padi.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengawal inovasi pertanian hayati demi mewujudkan kemandirian petani dan sektor pertanian yang lebih berkelanjutan. (*)










