LAMPUNGSTREETNEWS, Bandar Lampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mendorong penguatan langkah mitigasi bencana di berbagai wilayah sebagai upaya antisipasi menghadapi cuaca ekstrem dan potensi kebencanaan yang kerap terjadi di daerah.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, menyampaikan bahwa kondisi alam dan perubahan cuaca yang sulit diprediksi menuntut kesiapan pemerintah daerah melalui peran aktif organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Menurutnya, mitigasi bencana perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, mulai dari pemetaan wilayah rawan, kesiapan sarana pendukung, hingga penguatan koordinasi antarinstansi. DPRD, kata Deni, juga terus memantau kesiapan tersebut melalui fungsi pengawasan.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah instansi, seperti BPBD, aparat keamanan, hingga relawan kebencanaan, telah menjalankan berbagai bentuk pelatihan dan simulasi. Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Lampung memiliki karakter wilayah yang beragam dengan potensi risiko yang berbeda-beda.
Deni menilai, memasuki musim penghujan, perhatian khusus perlu diarahkan pada potensi banjir yang hampir setiap tahun muncul di beberapa kabupaten dan kota. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dinilai lebih penting dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi.
Selain peran pemerintah, ia juga mengajak masyarakat untuk turut meningkatkan kewaspadaan tanpa harus bersikap panik. Kesadaran bersama, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak bencana, terutama dalam menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.
Dari hasil laporan yang diterima Komisi V DPRD Lampung, Deni menyebut kesiapan daerah terus mengalami penguatan, khususnya di wilayah yang selama ini masuk kategori rawan. DPRD memastikan akan terus mendorong peningkatan mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat. (*)









