LAMPUNGSTREETNEWS, Jakarta – Bank Lampung terus memperkuat sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan menghadiri Rapat Kerja (Raker) Tahunan 2026 KUB Bank Jatim. Forum strategis tersebut menjadi ajang penyelarasan strategi, penguatan tata kelola, serta pengembangan bisnis antar-Bank Pembangunan Daerah (BPD) guna meningkatkan daya saing industri perbankan daerah.
Rapat kerja berlangsung di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026). Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan hadir bersama jajaran Direksi Bank Lampung sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi antarbank anggota KUB.
Mengusung tema “Penyelarasan Strategi KUB Bank Jatim”, rapat diikuti jajaran komisaris dan direksi bank anggota KUB Bank Jatim sebagai forum koordinasi untuk mempererat sinergi dan menyelaraskan arah pengembangan bisnis.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, para gubernur daerah anggota KUB, Kepala OJK Jawa Timur, Kepala OJK wilayah anggota KUB, serta jajaran pimpinan bank anggota KUB Bank Jatim.
Dalam forum tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas bersama, mulai dari penguatan manajemen risiko, tata kelola perusahaan (good corporate governance), audit internal, laporan konsolidasi keuangan, pengembangan teknologi informasi, hingga penyelarasan perencanaan strategis dan sinergi bisnis antarbank anggota KUB.
Rapat kerja tahunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesamaan visi dan arah kebijakan antaranggota KUB guna meningkatkan efektivitas kerja sama serta mendorong pengembangan bisnis perbankan daerah yang lebih terintegrasi.
Bank Lampung sebelumnya telah menjalin kerja sama melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, tata kelola, dan pengembangan kapasitas bisnis perbankan daerah.
Kehadiran Pemerintah Provinsi Lampung dalam forum tersebut mencerminkan komitmen untuk mendukung penguatan sektor perbankan daerah melalui sinergi dan kolaborasi antar-Bank Pembangunan Daerah.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan perbankan daerah semakin adaptif menghadapi tantangan industri keuangan, mampu meningkatkan daya saing, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Lampung. (*)









