Beranda / Ekonomi & Bisnis / Dorong Ekonomi Desa, Bank Lampung Kucurkan Kredit Alsintan Lebih dari Rp1 Miliar di Mesuji

Dorong Ekonomi Desa, Bank Lampung Kucurkan Kredit Alsintan Lebih dari Rp1 Miliar di Mesuji

LAMPUNGSTREETNEWS, Mesuji – Komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi desa terus diperkuat Bank Lampung melalui penyaluran Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) senilai lebih dari Rp1 miliar kepada petani dan pelaku usaha pertanian di Kabupaten Mesuji. Pembiayaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.

Pada Rabu, 24 Juni 2026, Bank Lampung menyalurkan Kredit Usaha Alsintan melalui dua unit layanan. Bank Lampung Sub Branch Unit Simpang Pematang merealisasikan pembiayaan sebesar Rp512 juta, sedangkan Sub Branch Unit Rawajitu Selatan menyalurkan kredit senilai Rp562 juta.

Kredit tersebut ditujukan untuk membantu petani memperoleh akses permodalan dalam pengadaan alat dan mesin pertanian, sehingga dapat meningkatkan efisiensi kerja, kapasitas produksi, dan daya saing sektor pertanian di Kabupaten Mesuji.

Penyerahan kredit dilakukan secara simbolis dalam rangka kunjungan kerja Program Prioritas Pemerintah Provinsi Lampung bertajuk Desaku Maju. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Mesuji Elfianah Khamami, Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana, serta jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Gubernur Lampung bersama Bupati Mesuji melepas 33 ribu bibit ikan di kawasan Jembatan Pasar KTM, Kecamatan Mesuji Timur. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis perairan umum sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat.

Sebanyak 20 ribu bibit ikan disalurkan Pemerintah Provinsi Lampung yang terdiri atas benih nila, ikan mas, baung, dan bawal. Sementara Pemerintah Kabupaten Mesuji menambah 13 ribu bibit ikan berupa benih lele dan nila.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, program restocking ikan bertujuan mengembalikan fungsi perairan umum sebagai sumber pangan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.

Selain memperkuat sektor hulu, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui peluncuran teknologi bed dryer yang akan diterapkan di 500 desa. Teknologi tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan turunnya harga gabah akibat proses pengeringan tradisional yang membutuhkan waktu lebih lama.

Penguatan sektor permodalan agribisnis juga menjadi salah satu fokus pemerintah melalui sinergi dengan Bank Lampung dalam penyaluran Kredit Usaha Alsintan. Skema pembiayaan ini dirancang untuk mempermudah akses modal bagi petani dan pelaku usaha tani agar mampu meningkatkan kapasitas produksi secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Lampung dan Bupati Mesuji juga meninjau proses pembuatan pupuk hayati cair. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi penyemprotan lahan persawahan menggunakan teknologi pesawat tanpa awak atau drone di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur.

Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk sektor pertanian, melalui pembiayaan yang berkelanjutan.

“Penyaluran kredit hari ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank Lampung dalam mendorong perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar ke depan mereka mampu memperluas dan mengembangkan usahanya,” ujar Indra Merviana. (*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page