Beranda / Daerah / Lampung Timur / Lampung Buka Peluang Investasi Karbon Bersama Global Amazon

Lampung Buka Peluang Investasi Karbon Bersama Global Amazon

LAMPUNGSTREETNEWS, Lampung Timur – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung membuka peluang kerja sama investasi karbon bersama perusahaan global Amazon sebagai bagian dari pengembangan investasi hijau sektor kehutanan di daerah.

Peluang tersebut mengemuka dalam kunjungan lapangan terkait potensi investasi hijau di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Selasa (10/2/2026).

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan bahwa Pemprov Lampung menyambut baik ketertarikan investor global terhadap potensi karbon yang dimiliki Provinsi Lampung. Menurutnya, sumber daya alam Lampung sejalan dengan agenda global penurunan emisi gas rumah kaca.

“Lampung memiliki kawasan hutan dan perhutanan sosial yang potensial untuk dikembangkan sebagai bagian dari perdagangan karbon. Ini menjadi peluang strategis, tidak hanya untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujar Jihan.

Ia menegaskan, Pemprov Lampung berkomitmen mendukung investasi hijau yang berkelanjutan serta memastikan setiap kerja sama tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan.

“Kami ingin investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun ekonomi daerah. Karena itu, pendekatannya harus kolaboratif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah menjelaskan bahwa pihak yang hadir dalam kunjungan tersebut merupakan calon investor yang berminat melakukan perdagangan karbon dengan Indonesia, termasuk melalui Provinsi Lampung.

“Mereka berencana melakukan carbon trading dengan Indonesia, dan Lampung menjadi salah satu lokasi yang diharapkan dapat melakukan transaksi tersebut,” kata Yanyan.

Ia menyebutkan, Lampung memiliki potensi karbon yang besar, terutama melalui skema perhutanan sosial yang memungkinkan penanaman dan pertumbuhan pohon sebagai penyerap karbon atau carbon sink.

“Kami memperkenalkan kondisi Lampung, baik di kawasan Taman Nasional Way Kambas maupun perhutanan sosial di Pesawaran. Tujuannya agar investor memperoleh gambaran langsung mengenai potensi karbon yang dimiliki Provinsi Lampung,” jelasnya.

Yanyan menambahkan, proses menuju realisasi transaksi karbon masih memerlukan tahapan lanjutan. Namun, kunjungan ini menjadi langkah awal penting untuk membuka peluang kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.

“Setidaknya ini menjadi langkah awal untuk membuka jalan dan menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi karbon yang menjanjikan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut difasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Kehutanan sebagai bagian dari penguatan ekosistem perdagangan karbon di daerah.

Diketahui, Provinsi Lampung telah ditetapkan sebagai lokasi proyek percontohan nasional pengembangan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Perhutanan Sosial. Penetapan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara OJK dan Kementerian Kehutanan.

Melalui penunjukan tersebut, pemerintah pusat menilai Lampung memiliki posisi strategis untuk berkontribusi dalam pencapaian komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement, khususnya dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page