LAMPUNGSTREETNEWS, Lampung Timur – Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kalipasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, resmi diresmikan sebagai bagian dari pembangunan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat di berbagai wilayah Indonesia.
Peresmian dilakukan secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026), dan diikuti Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi serta Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah dari lokasi jembatan.
Presiden Prabowo dalam sambutannya mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang telah menjalankan pengabdian langsung kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan desa yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
“Saya bangga dengan saudara sekalian. Saudara telah menjalankan suatu misi bakti kepada rakyat,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, pembangunan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat memiliki arti penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
“Negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil, rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, Wagub Lampung Jihan Nurlela mengatakan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan hasil kolaborasi Pemprov Lampung dengan jajaran TNI untuk membuka akses masyarakat di Way Bungur.
Jihan mengungkapkan pembangunan jembatan tersebut berawal dari komunikasi dengan Pangdam XXI/Radin Inten terkait kebutuhan infrastruktur masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini berdiri luar biasa jembatan gantung yang dibangun secara kolaborasi,” ungkapnya.
Menurut Jihan, jembatan memiliki peran vital karena menjadi penghubung utama berbagai aktivitas masyarakat. Tanpa jembatan, akses jalan yang sudah dibangun tidak akan memberikan manfaat maksimal.
“Jembatan ini lebih vital daripada jalan. Sering menjadi critical link dari jalan. Kalau jembatan ini tidak berfungsi, percuma jalan bagus, pertanian melimpah, dan sumber kekayaan yang ada di desa,” jelasnya.
Keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih, lanjut Jihan, tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membuka akses terhadap kegiatan ekonomi, pertanian, pendidikan, dan interaksi sosial masyarakat.
Ia berharap jembatan tersebut dapat memperkuat konektivitas antardesa sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat Lampung Timur.
Jihan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu pekerjaan rumah besar Pemprov Lampung. Namun, keterbatasan anggaran, kewenangan, serta luasnya wilayah membuat pembangunan tidak dapat dilakukan sekaligus.
Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah, TNI, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur.
“Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama,” tegasnya.
Jihan berharap Jembatan Garuda Merah Putih dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Way Bungur, terutama dalam membuka akses, memperkuat konektivitas, mendorong perekonomian, dan meningkatkan kesejahteraan warga Lampung Timur. (*)









