Relawa Prabowo-Sandi Sidak Gudang Kotak Suara

Ist

Jakarta – Aksi relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengaku dari Senopati 08 menyidak gudang kotak suara KPU Kota Bekasi viral di media sosial. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga memuji aksi kelompok relawan itu.

“Kejadian di Kota Bekasi yang kita lihat di video viral itu menunjukkan militansinya, militannya relawan kami yang ingin menjaga jangan sampai terjadi kecurangan,” ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, seperti dilansir detik.com, Sabtu (27/4/2019).

Relawan Prabowo-Sandi itu mempersoalkan pemindahan kotak isi surat suara dari Balai Rakyat di Bekasi Selatan ke gudang KPU Kota Bekasi di Jalan Jenderal Sudirman. Mereka lalu masuk ke gudang KPU itu pada waktu dini hari.

Dalam video yang viral, relawan Prabowo-Sandi mempermasalahkan adanya polisi yang berjaga di dalam gudang kotak suara tersebut. Mereka juga mempersoalkan sejumlah kotak surat suara yang tidak tergembok. Ada beberapa orang yang terlihat berkeliling mengecek kotak-kotak surat suara sambil mengambil video.

Baca juga: Viral Relawan BPN Sidak Gudang KPU Bekasi, Ini Penjelasan Bawaslu

“Maksud mereka baik, jangan sampai ada kecurangan. Mereka berjaga-jaga, jangan sampai ada kotak suara yang dibawa bukan pada tempatnya. Mereka kan komplain mengapa ada kotak suara yang gemboknya dibuka atau hilang,” jelas Andre.

Menurut politikus Gerindra itu, aksi Relawan Senopati 08 tersebut cukup wajar. Andre menyebut relawan Prabowo-Sandi menjaga supaya tidak terjadi kecurangan.

“Bawaslu tinggal menjelaskan kepada pendukung kami, dan fenomena ini juga sebagai pengingat kepada seluruh pelaksana pemilu ini untuk sungguh-sungguh bekerja secara jujur dan adil,” tutur Andre.

Relawan di Bekasi Sidak Gudang Kotak Suara, BPN: Itu MilitansiScreenshot video viral relawan Prabowo mendatangi gudang KPU.

“Karena alhamdulillah Pak Prabowo dan Bang Sandi didukung oleh relawan yang sangat militan, yang sungguh-sungguh menjaga jangan sampai ada kecurangan,” sambungnya.

Bawaslu dan KPU Kota Bekasi sudah memberikan klarifikasi atas kejadian ini. Menurut Ketua Bawaslu Kota Bekasi Tommy Suswanto, pemindahan kotak surat suara tak menyalahi aturan.

“Mereka menganggap kita melakukan kecurangan, mereka tidak paham betul terkait posisi pemindahan, dia tidak paham kenapa itu dipindahkan,” ujar Tommy.

Senada dengan Tommy, Ketua KPU Kota Bekasi Nurul Sumarheni mengatakan tak ada yang salah dengan pemindahan kotak suara. Ini lantaran penghitungan surat suara sudah selesai dan hasilnya pun telah tercatat dalam berita acara.

Baca juga: Penjelasan KPU Bekasi dan Polisi soal Relawan Sidak Gudang Kotak Suara

“Mereka menganggap pemindahan itu menyalahi aturan. Hal tersebut tidaklah benar karena proses penghitungan suara sudah selesai, untuk berita acara sudah diberikan kepada pihak pihak yang berkepentingan dalam hal ini saksi peserta dan pengawas pemilu,” ungkap Nurul.

Mengenai adanya beberapa kotak surat suara yang tak digembok, Nurul menyebut itu terjadi saat proses pemindahan surat suara. Ada beberapa gembok yang terlepas.

“Ada pernyataan bahwa kotak kotak tersebut tidak digembok hal tersebut tidak benar karena semua kotak sudah kita gembok hanya ada 1 atau 2 kotak yang gemboknya terlepas pada saat proses pemindahan,” kata Nurul.

Sementara itu, soal keberadaan personel kepolisian di tempat penyimpanan kotak surat suara memang sudah ada aturannya. Justru menurut Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto, seharusnya tempat penyimpanan surat suara tidak boleh sembarangan dimasuki orang.

“Kepolisian bertugas untuk memastikan proses penghitungan suara dan logistik berjalan dengan aman dan tertib. Jika ada polisi di gudang jangan dipermasalahkan. Secara umum tidak diperbolehkan orang umum masuk ke gudang. Yang boleh masuk ke gudang adalah petugas yang berwenang,” tegas Indarto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *