banner 728x90

PT. SMP Angkat Bicara Terkait Klarifikasi Dinas Kesehatan Tulangbawang

  • Bagikan

Bandarlampung,-PT.Sarana Maju Perdana angkat bicara terkait klarifikasi/hak jawab pengadaan ambulance dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Dinkes Tuba senilai Rp1,3 Miliar diduga dikondisikan, Senin (7/6/2022).

PT SMP, rekanan yang tidak lolos dalam tender proyek karoseri 25 Unit Ambulance Dinkes Tuba Tahun 2022, Senilai Rp1,3 Miliar  merasa valid data yang dipinta oleh PPK sebagai syarat wajib dan sudah terpenuhi, bahkan harga penawaranpun terendah dibandingkan dengan pemenang tender.

“Dalam berkontrak oleh PPK diwajibkan dapat membuktikan Surat asli daru Distributior dan Brosur alat kesehatan, dalam klarifikasi lampiran sebagai hak jawab Dinkes Tuba itu bukan surat dukungan dari Distributor, dan dari kata kata saja sudah beda,” paparnya kepada Lampung Street News, Sabtu (4/6/2022).

“Saya sangat kecewa dan akan melaporkan ke Inspektorat,” tambahnya.

Ditambahkannya, karena surat dukungan tidak bisa digantikan dengan surat apapun . Pemenang tender harus dapat membuktikan surat asli Distributor pada PPK, namun buktinya Surat yang dibuktikan bukanlah surat dari distributor.

Oleh sebab itu PPK harusnya tidak melakukan berkontrak kebendera yang dianggap sebagai pemenang, karna dokumen dari pemenang tidak layak dimenangkan. Surat klarifikasi yang Dinkes Tuba gunakan itu surat ijin penyaluran alat kesehatan bukan surat dukungan distributor.

“Surat itumah distribusi umum yang bisa menjual semua merk, tapi dalam Speck teknis KAK yang dibuat oleh PPK meminta surat dukungan dari GEA, jadi yang memegang Merk, bukan surat atau bukti yang dilampirkan itu tidak bisa dikatakan sama, karna bukan Distributor,” jelasnya.

Dirinya beharap, orang dinkes seharusnya dapat meminta jaminan pelaksanaan Full Cover,  jadi kalau perusahannya gagal (kalah) tender, atau gagal dalam melaksanakan perkerjaan, maka jaminan itu bisa di cairkan olah dinkes Tubaba.

“Saya tidak mengharap jadi pemenang, saya terima dengan lapang dada. Tetapi saya tidak terima jika semuanya ada dugaan indikasi kongkalikong, sehingga terlihat hjelas kecurangan.  Menurut saya, karena di minta surat dukungan distributor alkes sebagai syarat berkontrak.  Untuk bendera yang bakal jadi pemenang, tp nyata nya engga ada, yang ada keluar surat-surat  izin yangg tidak bisa di ganti surat dukungan distributor alkes sesuai di minta KAK,”  pungkasnya. (RED)

  • Bagikan