banner 728x90

Pemprov Salah Gandeng, Event Lampung Fair 2022 Kacau Balau

  • Bagikan
Ilustrasi (Ist)

Loading

Bandarlampung,- Lampung Fair yang biasanya di gelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung, namun kali ini pasca Pandemi Covid-19 melanda Dunia terutama Indonesia. Ajang pesta rakyat besar-besaran tahun ini diselenggarakan oleh Apindo Lampung.

Sejak dimulai hingga beberapa hari akan berakhir pada tanggal 14 November mendatang, insiden, serta ketidakpantasan hampir setiap hari menjadi hal biasa di Lampung Fair 2022. Seperti halnya peredaran minuman keras di dalam gelaran acara, hingga permasalahan pedagang yang menyewa stand, hingga karcis palsu menjadi temuan dilapangan hingga saat ini.

Seharusnya ajang pesta rakyat menjadi kenyamanan penonton, ajang tahun ini justru lebih banyak ditemukan ketidakpantasan untuk dipertontonkan, sehingga tidak memberikan kenyamana  dan keamanan para pengunjung.

Gelaran yang dipercayakan pemerintah pada APINDO ( Asosiasi Pengusaha Indonesia ) Provinsi Lampung ini, malah banyak menuai badai komplain masyarakat Lampung, dari pengamat hingga rakyat segala kalangan dan instusi publik.

Dari perdagangan Miras, tontonan Aurat, dugaan pelecehan seksual telah terjadi  dalam  balutan pesta rakyat yang jauh dari moralitas dan adab budaya yang seharusnya ini momentumnya membangun semua lini dari keterpurukan pasca Pandemi.

Seharusnya ajang Lampung Fair menuju pemulihan ekonomi masyarakat, namun sayang disayang , jauh panggang dari api, seperti kata pepatah lama nian yang familiar.

Belum lagi pengamatan dilapangan, sampah yang berserakan, seakan tak ramah lingkungan menghiasi indahnya kerumunan puluhan juta pengunjung yang seketika menyulap lapangan PKOR aset pemerintah Lampung menjadi kumuh jauh dari kata sehat.

Semua yang terjadi di Lampung Fair 2022 ini, disoroti pengamat Unila pun Anggota DPRD Provinsi Lampung, yang tak memberikan arti, mengutip statmen anggota DPRD ,  tidak ada memberikan promosi kebudayaan Lampung khususnya apalagi untuk memajukan UMKM.

Dalam obrolan media online kepada beberapa petinggi Pemprov Lampung yang tak mau disebut namanya mengatakan, harusnya penyelenggara tidak lepas pemerintah dalam Lampung Fair libatkan sama sinergitas agar dalam penyelenggaran dapat memberikan pikiran pikirannya agar sukses aman.

Kondusifitas terjaga dari hal yang tak diinginkan, dari awal pembukaan saja sudah terlihat terbayang bakalan kacau dan tidak teratur, terlihat dari pentaaannya kurang baik dari stand  pedagang UMKM yang seabrek banyaknya, sewa tempat dan sebagainya terlihat kurang persiapan, ibarat buah belum tua sudah dimakan, persiapannya kurang matang.

Seperti inilah yang kta rasakan dan melihat, ajang pesta rakyat yang seharusnya mulus, lancar tanpa kendala. Kali ini pada Lampung Fair 2022, terkesan amburadul dari segala arah. (*)

  • Bagikan