banner 728x90

Harry Kohar Gelar Reuni Musisi Lawas

  • Bagikan

HARRY Kohar mengajak rekan dan relasi lamanya menikmati sejenak cadasnya musik rock dan indahnya syair lagu pop tempo dulu di rumahnya, Jl. dr. Harun 2, samping Polsek Tanjungkarang Timur, Kota Bandarlampung, Sabtu siang (11/12/2021).

Gitaris Benny dengan santai dan dalam suasana penuh kehangatan memulai acara yang dihadiri penyanyi lawas dan para mantan kepala daerah dengan lagu “Kerinduan” dari The Mercy’s serta lagu-lagi top lainnya di era tahun ’80-an.

Disambung kemudian, penyanyi Mega, adik Andi Ahmad, dengan lagu “Jangan Pernah Berkata Benci” yang pernah dinyanyikan Bob Tutupoly. Penampilan Mega keren, walau usia 60 tahun lebih, dengan topi dan baju hitamnya.

Sama dengan mereka yang hadir lainnya, walau usia sudah tak muda lagi, tampak sekali mereka seakan kembali ke lorong waktu pada saat masa-mada mudanya, baik cara bercakap-cakap dengan kosakata “gua elu” maupun penampilannya.

Harry Kohar bersama Andi Ahmad ketika sang penyanyi keren Lampung itu menyanyikan lagu-lagu indah dengan suara beratnya.

Semuanya rata-rata pakai celana jeans, kaos, topi, dan beberapa berkaca mata hitam. Sambil menikmati lagu-lagu top masa mereka muda dan kudapan daging dan ikan panggang, sesekali terdengar gelak tawa dari beberapa sudut.

Mantan Wagub Bachtiar Basri (2014–2019) dan Bupati Tulangbawang Barat Barat (2011–2014) tak mau kalah menyanyikan lagu “Seruling di Lembah Sunyi”. Setelah itu, para penyanyi gaek bergantian menyumbangkan suara emasnya.

Lagu-lagu top grup musik Black Brother, Farid Harja, dan lainnya meluncur dari para mantan bupati: Andi Ahmad Sampurnajaya, Bambang Kurniawan, dan Wendi Melfa.

Mantan Kadis Kehutanan Lampung Tengah Johan mulai makin meliarkan suasana dengan lagu slow rock: “Soldier of Fortune” dari Deep Purple.

Begitu tuan rumah Harry Kohar dengan jaket merahnya tampil bersama MIKA Band, suasana pecah dengan lagu Deep Purple. Dengan gaya penampilannya yang sangat aktraktif, suara melengking tinggi, Harry Kohar menyanyikan dua lagu cadas tersebut.

Sesekali ketika musik menghentak keras, tiang mik diangkat tinggi-tinggi. Dia juga menghampiri organ dan mengangkatnya. Panggung serasa kurang luas buat penampilan rocknya tapi sudah cukup membangun suasana cadas di siang cerah itu.

Drumer MIKA adalah putra sulung Harry Kohar sendiri, Angga Pangki Perdana. Icang, panggilan keluarga kepada PNS Pemprov Lampung itu, menghentak enerjik stiknya ke drum yang membuat suasana membakar andrenalin.

“Terimakasih sudah ikut memeriahkan acara. Cuma saya yang bukan pejabat,” kata Harry saat menyapa para tamunya. Dari pojok kursi bundar, seseorang nyeletuk: tapi ketua kelasnya. Beberapa orang sekitarnya tertawa bahagia.

Acara spontan ngerock setelah tasyakuran Ananda Akbar Khalid Satria itu semakin hadir nuansa tempo dulunya lewat tampilan para pengusaha sukses: Yurni Wahid, pengusaha , dengan lagu “How I Love Angelber”, Erlan dengan lagu “Hilangnya Seorang Gadis”, Memet lagu “Ku Jemu” dari Koes plus, dan Mamat lagu “Hai Setan Engkau Berdusta” dari Ahmad Albar.

Pembawa acara, MC Subiyanto juga berhasil membangun suasana makin akrab pada acara yang juga dihadiri enam utusan SPDB Pangeran Edwarsyah Pernong Sultan Skala Brak yang Dipertuan ke-23 dari Kerajan Adat Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Pernong.

Musik rock tak lekang oleh waktu, ada spirit hidup di genre musik yang berkembang di Amerika Serikat pada akhir tahun 1940-an, dan mencapai puncak kepopuleran pada awal tahun 1950-an yang menyebar ke seluruh dunia hingga kini.

Ayooo, terus semangat secadas musik rock.

  • Bagikan