banner 728x90

Disdikbud Lampung Masabodo Sikapi Tercorengnya Dunia Pendidikan

  • Bagikan

Bandarlampung, – Tercorengnya dunia pendidikan pasca pemukulan yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah SMK Budi Karya Natar terhadap siswanya. Disikapi mentah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung seolah hal yang biasa saja.

Mirisnya!! Tak ada pesan moral yang disampaikan kepada seluruh tenaga pengajar akan sisi gelap dunia pendidikan yang seolah tertutupi, yang bahkan di tutup-tutupi kepada khalayak publik.

Pasca pemberitaan yang mengkritisi dunia pendiikan yang salah ajar, utusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung bidang SMK langsung meninjau sekolah SMK Budi Karya Natar.

Menindaklanjuti hasil pantauan dilapangan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Awak media menyambangi ruangan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Zuraidah Kerustika, justru dihadirkan ke salah satu pegawai yang meninjau disana.

Menurutnya, kejadian pemukulan yang dilakukan oleh oknum Kepsek SMK Budi Karya Natar benar telah terjadi. Namun, persoalan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan baik dari pihak oknum dan keluarga siswa.

Mirisnya, ketika ditanya apa pesan yang akan disampaikan kepada tenaga pengajar agar kejadian ini tidak terulang kembali. Dirinya enggan menanggapi lebih lanjut.

Saat dihubungi melalui sambungan telpon dan pesan WhatsApp, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Zuraidah Kerustika enggan menanggapi, seolah hal memalukan yang terjadi di dunia pendiikan dianggap hal yang biasa.

Diberitakan sebelumnya, Pasca media memberitakan peristiwa pemukulan yang terjadi di sekolah SMK Budi Karya Natar Lampung Selatan lantaran oknum kepsek memberikan hukuman dengan cara memukul kepada siswanya.

Ketua Dewan Pengurus Yayasan SMK Budi Karya Natar Lampung Selatan, Gesti Herdiana Sakti Sari justru bungkam ketika ditanya soal kejadian pemukulan yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah kepada siswanya beberapa hari lalu.

Dikonfirmasi melalui nomor 0811-79XXXX apakah sanksi yang diberikan kepada oknum kepsek Taufik Hidayat, Gesti Herdiana Sakti Sari enggan menanggapi.

Sebelumnya pada pemberitaan awal, Dunia pendidikan tercoreng oleh oknum Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Budi Karya Natar Lampung Selatan, lantaran memberi hukuman dengan cara membabi buta, menghajar siswanya didalam ruangan kesiswaan sekolah, Jumat (13/1/2023).

Menurut (Z) salah satu siswa yang mendapatkan perlakuan dari oknum kepala sekolah mengatakan, awal muasal kejadian diakuinya bermula ketika dirinya diketahui oleh oknum kepsek, merokok diluar lingkungan sekolah.

Namun, saat dirinya dilihat oleh kepala sekolah, sang oknum tersebut langsung mengucapkan kata ‘Anjing’ kepada siswanya di lokasi luar sekolah..

Kontan, tak selang berapa lama saat Selasa 10 Januari 2023 pagi. Si siswanya disuruh masuk diruangan kesiswaan untuk di interogasi.

Begitu di interogasi kepsek yang dikenal diruang lingkup sekolah ini terkenal orang yang temperamen, suka memukul saat memberikan hukuman.

“Saya reflek aja saya tangkis pukulannya. Waktu di ruang kesiswaan. Mata saya lebam, rambut saya dijambak,” jelas Z merasa trauma atas perlakuan oknum kepsek yang membuat malu dunia pendidikan ini.

Ketika diruangan siswa yang hanya mereka berdua, kedatangan guru lain mengubah sikap sang kepala sekolah. Lantaran beberapa guru masuk keruangan kesiswaan.

“Pas datang guru, dia (Kepsek) ga mukul saya lagi, seolah biasa aja, ga terjadi apa-apa” paparnya sembari menceritakan bukan dirinya saja yang pernah dihajar, bahkan murid lain pun dihajar juga.

Usai mendapatkan perlakuan tak mengenakan dari kepsek, orangtua siswa pun langsung mendatangi pihak sekolah.

Sementara, Kepala Sekolah SMK Budi Karya Natar Lampung Selatan Taufik Hidayat, ketika dikonfirmasi oleh awak media, mengakui jika telah memberikan hukuman dengan cara memukul dan menjambak kepada muridnya.

Mirisnya, perlakuan oknum kepala sekolah temperamental ini seolah menganggap kejadian ini seolah biasa saja.

Menurutnya, kedua belah pihak sudah berdamai, dan orang tua siswa yang bersangkutan sudah datang ke sekolah.

“Sudah selesai, orang tua siswanya juga sudah datang ke sekolah, dan diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Kepsek ketika dikonfirmasi, seolah hal memalukan ini dianggap biasa saja. (Red)

  • Bagikan