Bocah Santri Babak Belur Diduga Dihajar Ustadz

Bandarlampung,-Seorang ustadz diduga menganiaya santri inisial (IB) di lingkungan pondok pesantren yang terletak di Kota Bandarlampung. Akibatnya bocah yang sedang menimba ilmu agama ini babak belur dibagian muka serta kepala, Senin (16/9/2019).

Menurut keluarga korban mengatakan, IB baru 5 bulan mondok di tersebut, awalnya tak ada masalah namun beberapa hari kemarin sang ibu mimpi buruk tentang si buah hatinya yang lama tak jumpa.

Hingga akhirnya  sang ibu memutuskan untuk mendatangi pondok tersebut untuk melihat kondisi anaknya, namun sesampai di pondok orang tua korban tak menjumpai si buah hati ketika di tanya keberadaan anaknya, pihak pondok mengatakan sedang ke klinik lakukan perobatan karena sakit.

Usai berobat dan betapa terkejutnya orang tua korban melihat anaknya memar di bagian muka serta kepala, warna menghitam seperti terkena benda keras, juga di kornea mata ada gumpalan darah yang membeku, melihat kondisi ini orang tua langsung melakukan visum ke Rumah Sakit dan melaporkan peristiwa yang dialami sibuah hati ke Polsek Teluk Betung Timur lalu telah dilakukan penahanan terhadap ustadz yang diduga telah menganiaya anaknya.

Bukti laporan polisi orang tua korban

Ayah korban Nur Efendi saat di konfirmasi oleh awak media melalui phonselnya mengatakan, adalah benar anaknya mendapatkan kekerasan penganiayaan yang dilakukan ustad bernama Agit Saputra pada Selasa 10 September 2019 lalu.

Peristiwa itu terjadi saat anaknya tengah belajar hafalan, ayah korban juga sempat menceritakan kronologi yang dia ketahui awal muasal mengapa sibuah hati mendapat perlakuan keji dari sang ustadz yang seharusnya mengayomi,” jelas Nur Efendi.

Dikatakan Ukki yang tak lain adalah paman korban mengatakan, penganiayaan seorang ustadz ponpes bahwasanya pihak keluarga juga telah melaporkan sang ustad ke pihak yang berwajib, juga meminta bantuan pada lembaga KPAI yang khusus menangani kekerasan anak-anak di bawah umur.

“Dan pesan dari lembaga ini jangan melebar kemana mana dulu kita sedang urus kasus ini,”ujar ukki menuturkan pesan dari KPAI. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *