UIN Raden Intan “Sembrono” Dua Mahasiswa Tewas Tenggelam

Bandarlampung,-Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan dinilai sembrono hingga makan korban dua mahasiswa tewas tenggelam di embung kampus, Senin (7/10) lalu.

“UIN sepertinya tidak terlalu peduli dengan keselamatan mahasiswa dan hal itu dibuktikan dengan tenggelamnya dua mahasiswa beberapa waktu lalu,” jelas Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Lampung (Matala), Hendrik Ardiansyah, Rabu (8/10)2019).

Dia menambahkan, jika embung diberikan pagar pembatas, maka tidak ada peluang mahasiswa untuk mendekati bahkan masuk ke lokasi. “Sangat kita sesalkan dengan rendahnya standar keamanan yang ada meski ada plang himbauan, namun jika tidak ada pagar pembatas tetap saja mahasiswa bisa memasuki embung dan yang lebih memprihatinkan kampus baru memasang plang setelah adanya tragedi,” tegasnya.

Pihak yang paling bertanggung jawab, lanjutnya, adalah UIN khususnya pemangku kepentingan karena secara sadar tidak mementingkan keselamatan mahasiswa dengan membiarkan embung dalam kondisi apa adanya.

“Ya harus bertanggung jawab pihak kampus, yang jadi pertanyaannya adalah anggaran pembuatan embung di saat awal perencanaan mengapa tidak mengalokasikan dana untuk pagar pembatas, dan lebih awal memasang plang himbauan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung diduga mengabaikan standar keamanan hingga mengakibatkan dua mahasiswa tenggelam di embung kampus, Senin (7/10) lalu.

Dari pantauan selain tidak ada pagar pembatas, embung yang menenggelamkan dua mahasiswa fakultas matematika yakni Ajrul Amin dan Iqbal Firmansyah juga tidak dipasang Plang himbauan larangan sehingga memudahkan mahasiswa memasuki lokasi tersebut.

Humas UIN Raden Intan, Hayatul Islam ketika dikonfirmasi berdalih jika pihaknya baru mengetahui kalau Plang tersebut sudah tidak ada “Ya setelah kejadian baru kita ketahui kalau plang tersebut sudah tidak ada,” katanya, Selasa (8/10/2019).

Menurutnya, embung tersebut hasil hibah dari Pemerintah Kota Bandarlampung tahun 2017 lalu dalam perbaikan. “Sebenarnya ada plangnya mungkin ada yang cabut, pas kejadian saya cek kesana juga dan liat plang tersebut sudah tidak ada,” jelasnya.

Embung yang dalamnya sekitar 3 meter tersebut akan dilakukan perbaikan dengan penambahan jogging track. “Akhir tahun ini pekerjaannya selesai,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, plang himbauan kembali di pasang di sekitar embung pasca dua mahasiswa tenggelam. Selain itu pihak kampus juga tidak memasang pagar pembatas.

Sebelumnya, pada Senin (7/10/2019) dua mahasiswa fakultas matematika meninggal dunia di embung kampus karena tenggelam. Dua mahasiswa tersebut yakni Ajrul Amin dan Iqbal Firmansyah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *