Kucuran Dana 660 M UIN Raden Intan Dipertanyakan??

BANDAR LAMPUNG – Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan (Red-dulu IAIN)  mendapatkan kucuran dana fantastis dari Islamic Development Bank (IDB) sebesar Rp660 miliar.

Wakil Rektor I Bidang Akademik IAIN Raden Intan, Syamsuria Ali mengatakan, penandatanganan bantuan berlangsung di Kantor Bappenas di Jakarta, Rabu (30/11/2016) silam.

“Rektor menghadiri acara penandatanganan bantuan IDB, yang disaksikan oleh Kementerian Agama (Kemenag),” kata Syamsuria Ali, Rabu.

Dana bantuan tersebut, lanjut Syamsuria Ali, akan digunakan untuk pembangunan delapan gedung di IAIN Raden Intan, termasuk gedung rektorat.

“Mudah-mudahan, proses administrasi bisa berjalan dengan lancar, dan secepatnya tahun 2018, akan dibangun delapan gedung tersebut,” katanya.

Mirisnya, dari gelontoran dana yang bukn main digelontorkan sangat jauh berbeda akan fasilitas yang dirasakan seluruh mahasiswa. Terlebih pasca kejadian tewasnya dua mahasiswa saat berada dilokasi embung.

Kecaman dari berbagai pihak menyuarakan akan ketidakpedulian managemen kampus akan fasilitas yang diberikan seperti embung yang tidak dilindungi pembatas, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Walhasil, setelah dua mahasiswa UIN Raden Intan tewas tenggelam, pihak managemen kampus langsung menyikapi akibat kelalaian semua pihak internal UIN.

Menangapi hal tersebut, Rektor UIN Raden Intan, Mukri justru memilih bungkam saat awak media konfirmasi terkait gelontoran dana yang fantastis dari  Islamic Development Bank (IDB) sebesar Rp660 miliar tiga tahun silam.

Hingga berita ini diturunkan, Mukri justru enggan menanggapi saat awak media konfirmasi melalui sambungan WhatssApp meski dalam keadaan online pada Sabtu (11/10/2019). (DBS/LSN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *