Kadis PUPR Tubaba Diduga Mainkan Tanah Proyek??

Tulangbawang Barat,-Mega proyek pembangunan Pasar Pulungkencana mencapai Rp79 milyar rupiah diduga dimanfaatkan oleh oknum Kepala Dinas PUPR Tulangbawang Barat. Pasalnya, diduga orang suruhan oknum dinas bermain memanfaatkan tanah proyek untuk kepentingan pribadi.

“Tanah urukan ini sebagian dikeluarkan dari areal proyek, dan dibawa ke rumahkepala dinas,” jelas sumber dilokasi pembangunan Pasar Pulungkencana yang enggan namanya disebutkan, Minggu (25/8/2019).

Masih dilokasi proyek, sumber lain mengatakan, jika tanah urukan tanah yang masih dalam proses pembangunan pasar Pulungkancana, bahwasanya ada yang memerintahkan agar dibawa ke kelokasi milik Kepala Dinas PUPR Tulangbawang Barat.

“Kita hanya ikut perintah aja mas, mau dibawa kemana ini tanah, yang saya tau dibawa ke rumah pak Iwan Mursalin,” kata sumber lain saat dilokasi proyek.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Tulangbawang Barat, Iwan Mursalin saat awak media konfirmasi terkait tanah yang diduga dipindahkan ketempatnya, saat dihubungi melalui sambungan telpon tersebut tidak ada jawaban.

Diberitakan sebelumya, Gabungan Pengusaha Kontruksi Indonesia (Gepeksindo) Tulangbawang Barat mengecam setelah ditemukannya limbah plastik pada material timbunan pondasi pasar Pulungkencana yang menelan anggaran fantastis mencapai Rp79 milyar rupiah dari pemenang tender PT Brantas Abipraya, Kamis, (22/8/2019).

Menurut Amrinsyah, dari gabungan pengusaha Kontruksi Indonesia (Gepeksindo) menuturkan, sebelumnya, PT Brantas Abipraya selaku pemegang tender utama pembangunan pasar Pulungkencana, senilai Rp79 milyar rupiah, membuka tender internal untuk subkontraktor pengerjaan penimbunan senilai lebih dari Rp 2 milyar rupiah.

“Sepengetahuan kami, yang lolos uji laboratorium saat itu adalah PT Pihuang Indonesia dari Bandar jaya, yang kedua CV Maju Lancar dari Tulangbawang Barat, dasarnya apa kok CV Agung Jaya makmur dari Menggala bisa menang,” jelas Amrinsyah..

Sementara, Syamsul, Bendahara Gapeknas Tubaba mengatakan, ditemukannya limbah plastik pada material timbunan pondasi pasar Pulungkencana, dampak dari rekomendasi Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) bernuansa kongkalikong antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dengan PT Brantas Abipraya usai diloloskan selaku pemenang tender.

“Belum pernah terjadi proyek segede ini di tempat kita, pembangunan Pemda dan DPRD saja tidak sebesar ini, jadi masyarakat menghendaki ini berjalan dengan baik, nah ini baru berjalan pengerjaan pondasi saja sudah tidak benar, dan PUPR sebagai PPK nya kenapa meloloskan (Subkon) nya,” jelas Syamsul.

Sebelumnya, pada Rabu, 7 Agustus 2019 silam, serombongan DPRD Tubaba melakukan kunjungan ke lokasi proyek pembangunan pasar yang terletak di tiyuh Pulungkencana kecamatan Tulangbawang Tengah tersebut dan menemukan praktek penimbunan pondasi dasar dengan material tanah bercampur dengan sampah plastik.

Namun fakta dilapangan lain, bahkan Para anggota asosiasi kontraktor lokal menduga telah terjadi praktek monopoli pengelolaan proyek dana pinjaman dari PT sarana multi infrastruktur (SMI) yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait, sehingga berdampak pada kualitas pengerjaan pasar Pulungkencana (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *