Diduga Lecehkan Pancasila, Disdik Mesuji Dilaporkan ke Polisi

Mesuji,- Warga Mesuji dihebohkan dengan tas Siswa/Siswi SD dan SLTP berlogokan burung Garuda Pancasila namun terdapat gambar telapak tangan dengan lima jari yang dibagikan secara gratis.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji dilaporkan oleh salah satu Masyarakat Kabupaten tersebut terkait dengan program bantuan tas sekolah untuk murid Sekolah Dasar(SD) dan Sekolah Lanjut tingkat Pertama(SLTP) tahun anggaran 2018 Kabupaten Mesuji.

Dimana bantuan tersebut bersumber dari dana APBD Kabupaten Mesuji untuk program Pendidikan gratis bagi Siswa/Siswi SD dan SLTP pada Kabupaten tersebut.

Pasalnya pada tas tersebut terdapat logo “Telapak Tangan dengan Lima Jari ” serta ditengah telapak tangan tersebut terdapat perisai Pancasila yang seyogyanya hanya terdapat di dada “Burung Garuda pancasila”.

Tak hanya itu, dibawah gambar telapak tangan tersebut juga terdapat tulisan Pancasila lengkap dengan tulisan Sila Pertama hingga Sila ke Lima. Hal ini yang menurut sebagian warga masyarakat ada upaya Dinas Pendidikan yang di gawangi oleh Samsudin S.Sos ini, merubah gambar Burung Garuda dengan gambar telapak tangan Lima Jari.

Sebagaimana yang dituturkan Zainudin warga Desa Gedung Boga Kecamatan Way Serdang Kab.Mesuji, kepada awak media pada hari, Sabtu (24/11/18)

” Kenapa Burung Garudanya dirubah menjadi lima jari, sejak kapan lima jari itu menjadi simbol Pancasila, kalau sebatas mengartikan mungkin sah – sah saja tapi ini terpampang sebagai simbol, takutnya nanti murid – murid sekolah salah mengartikan, dimana – mana namanya Pancasila ya pasti identik dengan Burung Garuda sebagai Lambangnya ,bukan lima jari, ” terangnya

Lebih lanjut dirinya memaparkan bahwa telah melaporkan terkait dugaan yg terindikasi merubah Lambang Negara tersebut kepada pihak Polres Mesuji.

”Saya sudah melaporkan pihak Disdik Mesuji atas gambar tas yang dibagikan ke siswa sekolah, saya mellihat ada yang janggal dengan gambar itu, persoalan nya gambar Burung Garuda di ganti telapak tangan.

”Sebenarnya saya tidak langsung melapor begitu saja, tapi ada proses yang saya lakukan yakni menunggu sikap pemerintah Kab.Mesuji atau pun penegak hukum untuk bersikap melakukan penarikan terhadap tas yang sudah dibagi ke siswa, namun, sejauh ini tidak ada tindakan, gambar itu jelas salah karena ada telapak tangan di tengah nya ada perisai kemudian dibawahnya ada tulisan Pancasila. Sedangkan Lambang negara kita jelas Garuda Pancasila, ” imbuhnya

Disinggung terkait upayanya melapor apakah ada indikasi berdampak pada lingkungan sekolah, Zainudin memaparkan beberapa hal.

”Yang pasti saya khawatir anak – anak tidak paham atau salah dalam mengartikan, tak kalah penting adalah tidak ada acuan atau rujukan telapak tangan di sanding kan dengan Pancasila, ini penghinaan terhadap lambang negara dan kalau ini dibiarkan sangat berbahaya, bahkan tidak menutup kemungkinan nantinya orang orang dengam gampang nya mengganti logo lain, umpanya di ganti dengan logo sandal jepit atau sebagainnya, inilah motivasi saya kenapa saya melaporkan, dan ini harus disikapi oleh penegak hukum dan segera menarik kembali tas – tas itu dari sekolah sekolah, ” pungkasnya.

Pantauan media bahwa Zainudin mendatangi unit Tipidter (Tindak Pidana Tertentu-) Satreskrim Polres Mesuji pada Hari Sabtu sekira pukul 14:00 WIB dengan menyerahkan satu bendel berkas laporan, dimana dalam ruangan tersebut Zanudin diterima oleh Bripka Joni Arsono (Penyidik Satreskrim Polres mesuji)

Hingga berita ini diturunkan, Kadis Samsudin saat awak media konfirmasi melalui sambungan telpon tidak ada tanggapan. Sementara Kabid Dikdas pak Yoga ketika di konfirmasi melalui pesan singkat melalui Whatshapp(WA) juga tidak ada tanggapan. (KB/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *