Camat Natar Perintahkan Kontraktor Perbaiki Timbunan SPAM

Natar,-Pasca viralnya mobil terperosok kedalam timbunan gekas galian pipa Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) disepanjang jalan menuju Natar, tepapnya di depan Chandra kemarin.

Camat Natar Eko Irawan, memerintahkan pihak kontraktor harus segera memperbaiki hasil pekerjaannya akibat galian pipa yang megakibatkan kendaraan warga Natar terjerembab.

“Mereka (pihak Kontraktor) berjanji tidak akan kejadian ada lagi. Kata saya ini akan dinormalisasikan atau tidak. Kalau memang itu dulu disemen atau diaspal tentunya harus dikembalikan seperti semula,” tegas Eko kepada awak media, Kamis (10/10/2019).

Terpisah, Site Manager PT Adhi Tirta Lampung (ATL) sebagai pemenang tender proyek itu mengaku memahami keluhan warga tersebut. Namun pihaknya telah berusaha agar timbunan padat dan bisa menahan beban berat.

“Kendaraan yang amblas semalem sudah kami evakuasi semua, untuk malam ini (8/10) kami akan merapihkan dan memperbaiki semua jalur galian yang mengalami kerusakan,” pungkasnya dikutip dari laman radarlamsel.com.

Diberitakan sebelumnya, warga Natar keluhkan galian tanah Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pasalnya, timbunan pekerjaan pipa yang kurang baik mengakibatkan jalan menjadi amblas saat genangan air hujan menutupi lubang pasca galian pipa, Selasa (8/10/2018).

Seperti Rudi, warga Tanjung Sari mengeluhkan proyek galian pipa membuat susah pengendara yang melintas disepanjang jalan menuju Bandara Raden Inten II. Terlebih setelah hujan beberapa hari yang lalu, semakin menyisakan permasalahan sampai saat ini.

“Bisa dilihat kemarin, mobil angkot kejeblos bekas galian pipa, tepat didepan Bank Mandiri Chandra Natar” jelas Rudi kepada awak media, Rabu (9/10/2019).

Ditempat berbeda, Arief warga Haji Mena juga menyayangkan proyek yang saat proses membuat jalan macet. Hingga selesai ternyata menyisahkan permasalahan.

“Saya sendiri juga harus hati-hati saat melintas genangan air yang ternyata ada bekas luvag galian pipa. Jangan sampai ada kejadian seperti kemarin yang ramai di media sosial WhatssApp,” katanya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *